bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Rabu, 28 September 2011

puisi tak berjudul

dalam petang pasti ada remang dan gelap selalu setia menemani malam tapi kenapa aku tak tahu gejolak apa yang sedang menimpaku .......

bila kutatap langit yang menyimpan seribu misteri ........ sepeti ombak yang tak pernah berhanti mengikis keangkuhan karang dan bermanja di pepasiran ...... seperti hembusan sang bayu yang tiada jemu mengisi kehidupan ...... lalu seperti apakah gejolak rasa yang kini sedang bersenandung di kalbu ......

apakah harus kujalin awan - apakah harus kupetik bintang - atau apakah harus kujaring matahari agar aku tahu prahara apa yang kini sedang menderaku ......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS