bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Selasa, 06 Desember 2011

ketika hujan turun


Ketika Hujan Turun

Tetesan air menemani suasana sore didaerah terpencil dari sudut kota. Dinginnya angina mulai menusuk hingga tulang iga. Berisik suara runtuhan air kecil-kecil yang membuat orang-orang mendepis masuk dan menghentikan aktifitasnya. Nampak kekacauan terfokus pada satu titik terang dengan lampu sekitar 15 watt. Yang terdengar ada sedikit konflik yang mungkin dapat mengakibatkan perang dunia ke-III.

Bu Wage         : Yanto sudah besar pak. Malam ini juga malam minggu. Mungkin, Yanto juga
punya acara dengan  teman-teman ataupun pacarnya, Pak (bujuk bu Wage  
dengan wajah yang memelaskan dirinya demi anak tersayangnya)

Pak Wage        : Apalagi untuk pacaran, dia itu seharusnya kerja dulu. Biar tidak minta-minta bapaknya. Aneh sekali, orang miskin kok pacaran. Dasar tidak tahu diri (dengan emosi pak Wage yang meledak-ledak dengan detak jantung yang berdetak satu tera perdetik)

Bu Wage         : Yanto itu juga sudah remaja pak. Sudah wajarlah apabila dia sudah pacaran. Apa ada undang-undang yang melarang orang melarat kayak kita ini nggak boleh pacaran? ( dengan ngotot dan tetap berpihak pada anak tersayangnya)

Pak Wage        : Tidak, tidak, tidak pokoknya tidak (dengan nada membentak  murka). Susah payah aku narik becak dengan keringatku yang terbuang dan tak ada harapan untuk bisa merubah hidup menjadi lebih layak. Aku narik becak ini untuk biaya bertahan hidup keluarga kita. Bukannya untuk membiayai orang yang pacaran. Pokoknya tidak ya tidak. (pak Wage berinjak meninggalkan bu Wage dan Yanto)

Bu Wage         : Sudah nak, kamu ndak usah khawatir. Ibu akan jual ayam yang ada di kandang belakang. Biarkan saja bapakmu marah-marah terus. Biar cepat tua.

Yanto              : Tapi bu. Bagaimana jika bapak tahu kalau ibu menjual ayamnya. Yanto takut kalau dimarahi oleh bapak, bu.

Bu Wage         : Tenang nak. Nanti ibu yang bicara sama bapakmu kalau bapakmu marah.

Yanto              : Ya sudah bu. Terimakasih banyak ibu.

                       
                       
Pak Wage mengetahui tentang semua yang dilakukan istrinya untuk menjual ayamnya untuk anaknya. Tapi pak Wage tidak mengambil tindakan apapun. Dia hanya diam saja dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Bu Wage         :Wah….
                        Alhamdullillah….
                        Anakku sudah besar, cakep, sudah cepat bermalam mingguan dengan pacar kamu. Pasti pacar kamu sangat terpesona dengan kegantengan anakku ini.

Tiba-tiba pak Wage keluar tanpa pamit dan membisu seribu bahasa. Tanpa berfikir panjang, digapailah becak kesayangannya dan mengayuhnya dengan sekuat tenaga ia lakukan.
            Kini, selamat datang kegelapan. Sore senja berubah menjadi pucat pasi hitam. Bukan mendung. Tetapi memang malam telah datang. Tetap ditemani dengan rintikan hujan yang menghiasi perjalanan pak Wage dengan menikmati untuk mengayuh becaknya dan mengantarkan semua penumpangnya ketempat dimana penumpang tuju. Dan saatnya pak Wage mengistirahatkan diri dan berhenti di basecamnya. Yaitu sebuah pangkalan tempat dimana tukang becak biasanya berkumpul. Tiba-tiba terselip satu fikiran yang teramat cerdasnya difikiran pak Wage

Pak Wage        :’ malam minggu. Biasa di gedung bioskop hari-hari seperti ini ramai pula’

            Akhitnya pak Wage berinisiatif untuk mengayuh becaknya menuju depan bioskop. Ternyata filmnya hamper habis. Dan saat itulah para tukang becak berebut penumpang.
            Dan semakin malam, semakin habis tukang becak. Tetapi pak Wage tetap berusaha untuk mencari nafkah demi keluarga yang sangat ia sayangi. Hingga larut malam, ia rela menahan hujan yang teramat deras dan menahan rasa kedinginan yang menusuk-nusuk tulang rusuknya. Tapi pak Wage tetap berusaha mencari penumpang

Pak Wage        : Becak mas? Becak ? ada yang mau naik becak mas ? mbak?

Akhirnya pak Wage mendapatkan penumpang lagi dan penumpang itu menyebutkan sebuah jalan yang penumpang tuju

Pak Wage        : Empat Ribu saja mas.

            Pak Wage terasa sangat lelah dan kehabisan tenaga saat ia sudah bolak-balik hingga 4 kali mengantarkan penumpang. Tapi pak Wage masih ingin mencari 1 penumpang terakhir , dan setelah itu ia akan pulang kerumahnya. Tiba-tiba pak Wage melihat sepasang pemuda yang berada didepan gedung bioskop yang lumayan gelap.

Pacar Yanto    :” Mas, bagaimana jika kita pulang sekarang saja ( dengan digandengkan tangannya untuk mencari kehangatan dan perlindungan dari Yanto)
Yanto              : Nanti saja lah dik. Nunggu hujannya reda dulu. Baru kita nanti langsung pulang.( jawab Yanto dengan sedikit membujuk)

Pacar Yanto    : Kenapa nanti mas? Apa tidak takut kemalaman nanti jika tidak segera pulang? Kelihatannya disitu juga ada becak yang kosong mas? ( dengan mengacungkan telunjuknya kearah dimana becak itu terparkirkan). Kalau mas nggak punya uang untuk membayar ongkos becaknya, nanti biar aku saja mas yang membayarkannya.
Yanto              : Ya sudah, memang ini sudah larut malam. Nanti juga tidak baik. Apa kata orang jika pulang malam-malam. Kalau begitu mari kita pulang.

Pacar Yanto    : Baik lah mas. Terimakasih.
                        Pak………… Becak pak… (teriak pacar Yanto dengan kerasnya)

Dengan kecepatan dan kelincahan pak Wage lalu membuka plastik untuk dijadikan sebagai tutup becak agar tidak kehujanan. Sekilas pak Wage melihat wajah penumpangnya. Pak Wage melihat penumpang itu seperti taka sing-asing amat. Dan pak Wage terkejut ketika melihat penumpang terakhirnya malam ini adalah anaknya sendiri, Yanto. Tetapi pak Wage mencoba untuk menenangkan fikiran dan hatinya.

Pacar Yanto    : Kok diam, Mas ?? (dengan wajah yang penuh tanda Tanya dihidungnya)

Yanto              : Tidak apa-apa dik (mencoba menenangkan hatinya dengan keadaan seperti itu)

Pacar Yanto    : Marah ya Mas, kok diam saja? Jangan diam gitu dong.

Yanto              : Mas ndak marah dik.

Pacar Yanto    : Tapi , ya jangan diam kayak gitu dong. Masak aku harus duduk sama patung di becak. Kan nggak lucu jadinya?

             Rasa bangga, haru, dan sedih bercampur jadi satu-kesatuan yang teramat pahit dalam hati. Pak Wage merasa bangga, tetapi kepedihan pun juga terasa saat Yanto berpura-pura tidak mengenali bapaknya didepan pacarnya.

perbedaan cerpen dan novel


·         Tabel berikut ini menjelaskan perbedaan antara novel, dan cerpen.
No
Unsur
Novel
Cerpen
1
Alur
Kompleks
Sederhana
2
Konflik
Mengubah nasib tokoh
Tidak mengubah nasib tokoh
3
Panjang cerita
Menceritakan sebagian besar kehidupan tokoh
Menceritakan kehidupan tokoh yang dianggap penting
4
Penokohan
Karakter tokoh disampaikan secara mendetail.
Karakter tokoh tidak mendetail.
Novel memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Menceritakan sebagian kehidupan yang luar biasa
  2. Terjadinya konflik hingga menimbulkan perubahan nasib
  3. Terdapat beberapa alur atau jalan cerita
  4. Terdapat beberapa insiden yang mempengaruhi jalan cerita
  5. Perwatakan atau penokohan dilukiskan secara mendalam
Novel ialah suatu cerita dengan alur panjang mengisi satu buku atau lebih, yang mengarang kehidupan manusia, yang bersifat imajinatif, menceritakan kehidupan manusia hingga terjadinya konflik yang dapat menyebabkan perubahan nasib bagi para pelakunya.
Manfaat dari membaca novel adalah memberi kesadaran kepada pembaca tentang kebenaran-kebenaran hidup ini. Selain itu dapat memberikan kegembiraan dan kepuasan batin, memberikan penghayatan yang mendalam terhadap apa yang kita ketahui, serta dapat menolong pembacanya menjadi manusia yang berbudaya. Hasil cipta sastra akan selalu berbicara masalah manusia dengan segala permasalahan hidupnya, baik hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungannya maupun manusia dengan penciptanya.
Hasil karya sastra novel mengandung keindahan yang dapat menimbulkan rasa senang, nikmat, terharu, menarik perhatian, menyegarkan perasaan pembaca, pengalaman jiwa yang terdapat dalam karya sastra memperkaya kehidupan batin manusia khususnya pembaca.
Cerpen singkatan dari cerita pendek. Oleh karena itu bentuknya yang pendek, maka yang ditampilkan oleh cerpen hanyalah sebagian saja dari kehidupan yang dialami oleh tokoh cerita.


·         Perbedaan antara novel dan cerpen adalah sebagai berikut:
  1. Dalam novel, perwatakan digambarkan secara detail, sedangkan dalam cerpen, perwatakan digambarkan secara singkat
  2. Novel memiliki alur lebih rumit, sedangkan dalam cerpen, akhir ceritanya sederhana.
  3. Dalam novel, latar lebih luas dan waktunya lebih lama, sedangkan dalam cerpen, latar hanya sebentar dan terbatas.
  4. Novel lebih panjang karangannya daripada cerpen, sedangkan cerpen lebih pendek karangannya.

Jumat, 02 Desember 2011

Tangis oleh W. S. Rendra

Tangis oleh W. S. Rendra

hari ibu 22 desember

Ke mana larinya anak tercinta
yang diburu segenap penduduk kota?
Paman Doblang! Paman Doblang!

Ia lari membawa dosa
tangannya dilumari cemar noda
tangisnya menyusupi belukar di rimba.

Sejak semalam orang kota menembaki
dengan dendam tuntutan mati
dan ia lari membawa diri
Seluruh subuh, seluruh pagi.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Ke mana larinya anak tercinta
di padang lalang mana
di bukit kapur mana
mengapa tak lari di riba bunda?

Paman Doblang! Paman Doblang!
Pesankan padanya dengan angin kemarau
ibunya yang tua menunggu di dangau.

Kalau lebar nganga lukanya
mulut bunda „kan mengucupnya.

Kalau kotor warna jiwanya
ibu cuci di lubuk hati.
Cuma ibu yang bisa mengerti
ia membunuh tak dengan hati.

Kalau memang hauskan darah manusia
suruhlah minum darah ibunya.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Kataka, ibunya selalu berdoa.
Kalau ia kan mati jauh di rimba
suruh ingat marhum bapanya
yang di sorga, di imannya.

Dan di dangau ini ibunya menanti
dengan rambut putih dan debar hati.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Kalau di rimba rembulan pudar duka
katakan, itulah wajah ibunya.

Kamis, 01 Desember 2011

Haus, Dahaga, Kering akan Jalan

Haus, Dahaga, Kering akan Jalan

Air yang terhirup dalam maya
Duduk bersandar pada tiang perjuangan
Menuntut kearah adab kebaikan
Mimpi kan diraih saat api diterjang mala indah

    Duduk termenung memandang kata
    Seiring arah dan tujuan waktu kan lurus
    Hanya ilmu yang terngiang dalam lara
    Berdarah habis memeras otak bagian hulu

Aku, kau dan kawanku
Semua menjunjung redup tak berkobar
Tak ada ilmu yanf didapat
Tak ada lagi cita-cita, harapan pun pupus, hancur lebur

    Kini lara tanpa perjalanan yang ada
    Hilang dalam mimpi keterpurukan
    Hancur asa menjadi debu hitam
    Bergejolak membawa kemiskinan
    Dunia tanpa semangat
    Tanpa warna
    Tanpa darah
    Tanpa keringat
    Haus akan ilmu yang tak ada sumber ilmu lagi memancar
    Dahaga bersama kembang sawo matang

Suram Dunia dalam Lara


Suram Dunia dalam Lara


Sesosok perkasa elang menerjang air telaga
Tak bertulang menghantamkan satu kata
Ilmu?
Pendidikan?
Semua mimpi
Mimpi yang tak kunjung hadir dalam merananya hati
Kehancuran jiwa-raga yang lara tertusuk duri-duri tajam
Menghilangkan semua konsep kehidupan berbangsa-bernegara

Apa yang terjadi ?
Saat pelajar hanya mendapatkan hina
Hina
Pahit kata
Demam akan rasa
Dingin akan sifat

Tuhan……...
Rubahlah dunia menjadi indah
Tak ada lagi keangkaraan dalam dunia
Tak ada lagi srigala penghisap kepingan
Tak ada lagi tikus-tikus pemakan nasi basi nikmat
Yang hanya mencela dan taka da keindahan dunia
Lara dalam duka

Tanpa pendidikan
Tak ada satupun yang dapat menjadi indah
Huruf yang tercipta takkan dapat terangkai satu-persatu
Tak ada lagi mutiara indah yang mampu menuangkan perasaan

Tanpa pendidikan
Dunia akan menjadi wilayah kutub antartika

benih terlempar dalam jeruji


Benih Terlempar dalam Jeruji


Mimpi akan angkara ingkar dunia
Malam mencengkam tanpa darah permata dalam mimpi indah
Tak ada setitik percikan benda langit yang membakar mimpi gemerlap
Yang menghancurkan fikiran dibelahan otak-otak
Dan otak itu tak terpakai, karena taka da yang dipakai untuk menyerap
Tak ada bahan pemikiran betapa pentingnya pendidikan
Setiap makhluk memerlukan benih-benih ilmu pengetahuan
Tak semua yang dapat mempergunakan belahan otak
Tak ada yang dapat mempergunakan otak kanan dan kirinya
Karena taka da tujuan yang kan terfokuskan dalam pucuk titik terang
Pendidikan
Sains ilmu alam…...
Ilmu social…...
Bahasa …...
Mana ada orang yang menuangkan ilmunya?
Mana ada orang yang peduli dengan kemiskinan rakyat nya?
Mana ada orang yang membantu untuk pendidikannya?
Tuhan…...
Kemunafikan yang ada  dalam pendidikan
Mana ada pahlawan tanpa tanda jasa
Yang hanya memikirkan jabatan
Dan egois akan martabat dan kewibawaannya saja
Egois
Egois
Memang keras dengan keegoisannya
Satu makhluk yang benar biadab dalam keangkaraan
Akan mati terhangus dalam petir-petir neraka
Karena langka mengirimkan satu ilmu yang bermanfaat’
Untuk negara dan martabatnya
Karena , saat ini , pahlawan tanpa tanda jasa tak jauh beda dengan penjajah






zNa FaithFul


بيتي

هو بيت بسيط جدا. وتحيط بها حدائق جميلة وباردة.

بيتي هناك 3 غرف نوم وغرفة معيشة وغرفة العائلة، وحمام ومطبخ ومسجد صغير.

في الغرفة الأمامية هناك طاولة الكمبيوتر، طاولة الدراسة، والسرير والصوت. وكان هناك غرفة تقريبا نفس الغرفة الأمامية، إلا إذا كان هناك غرفة خزانة والتلفزيون. والغرف الخلفية هي أيضا مشابهة لغرفة الاستقبال. انها فقط في الغرفة الخلفية هناك أيضا خزانة كبيرة.

شغلت الغرفة الأمامية التي أعتقد أنها استراتيجية للغاية. وكان يستخدم من قبل غرفة والدي. والغرف الخلفية في الاستخدام من قبل أخي.

امام متجري هناك. وعلى الجانب الأيمن من بيتي هي التي زرعت حديقة جدي مع نجمة الفاكهة. على الجانب الأيسر من بيتي هو فناء المنزل. وامام بيتي هو القلم الماعز

surat yasin

http://www.4shared.com/get/TRVuDGjg/43_Surat_Yasin.html

surat yasin H_Muammar ZA.mp3

http://www.4shared.com/get/98QWmskH/H_Muammar_ZA_-_Surat_Yasin.html

BISNIS