bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Kamis, 01 Desember 2011

Haus, Dahaga, Kering akan Jalan

Haus, Dahaga, Kering akan Jalan

Air yang terhirup dalam maya
Duduk bersandar pada tiang perjuangan
Menuntut kearah adab kebaikan
Mimpi kan diraih saat api diterjang mala indah

    Duduk termenung memandang kata
    Seiring arah dan tujuan waktu kan lurus
    Hanya ilmu yang terngiang dalam lara
    Berdarah habis memeras otak bagian hulu

Aku, kau dan kawanku
Semua menjunjung redup tak berkobar
Tak ada ilmu yanf didapat
Tak ada lagi cita-cita, harapan pun pupus, hancur lebur

    Kini lara tanpa perjalanan yang ada
    Hilang dalam mimpi keterpurukan
    Hancur asa menjadi debu hitam
    Bergejolak membawa kemiskinan
    Dunia tanpa semangat
    Tanpa warna
    Tanpa darah
    Tanpa keringat
    Haus akan ilmu yang tak ada sumber ilmu lagi memancar
    Dahaga bersama kembang sawo matang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS