bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Selasa, 27 September 2011

Rinai rintik hujan warnai sepinya malam, sepoi angin dingin menyeruak tembus suasana semakin hening dikebisuan yang dalam, gelegar petir menyambar sibak kegelapan walau hanya sesaat menambah kesenduan nan kelam, gemericik rinainya yang jatuh seakan simfoni lagu lenakan kehidupan malam yang mencekam .....

dalam kesendirian kutatap langit nan hitam legam berharap akan ada jawaban disana atas persoalan yang kini sedang menghantam pada kehidupan yang kurasa tak lagi tenteram .......

Duhai melati kesuma jiwa ..... apa gerangan yang kini sedang menimpa ......kemana perginya wangi yang telah engkau tawarkan ....... kemana perginya suci yang telah engkau sodorkan ..... yang telah membuat jiwa dan hati ini terjaga dalam asa cinta lara yang berkepanjangan ....

Rinai hujan masih setia menemani dalam pilu, bersamanya kusemat harap untuk kikis kisi kisi rindu cinta yang semu yang telah engkau toreh duhai melati kesuma jiwaku ......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS