bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Kamis, 03 Mei 2012

POLITIK



By    : Andes Nirvana Imandika

Persembahan yang menunjukkan keikhlasan
Oleh seorang raja rimba dalam salah satu lembaga
Lintah seperti hidupnya
Ingin selalu menghisap darah lainnya
Tak ada kata tak tega
Itulah sang lintah dalam gedung mewah seribu juta
Komplotan inteleg yang tak memikirkan rakyatnya
     
Penguasa selalu bersahaja
      Orang yang terlihat mapan tanpa beban
      Lintasan yang ditempuh dengan penuh kebebasan
      Indah dalam kehidupan malam yang bermaksiatkan neraka
      Terbebas dan tanpa ada batas bergerak kearah mana
      Ingin ku meremas dan mengambil jantung kotornya
      Karena tak setuju dengan kerjanya

Pasangan yang memiliki simpanan
Organ yang telah terlumur darah hitam
Lajang dia kata hingga dimana dia dapat memilikinya
Insan yang terluput hingga benih kebusukan yang akan kepermukaan
Tak sengaja dan tak cocok yang dia kata
Indah mulutnya berkata “Aku Khilaf”
Kejam segala yang dilakukannya
     

Partai dengan segala lahar
      Obyek yang ada pada raga
      Lain tidur bersama seekor burung pipit jinak
      Itulah yang dibeli dengan uang rakyatnya
      Tingkah laku seperti hewan Jalang
      Ingin rasanya membunuh karena ulahnya
      Ketika tahu wajahmu mengundang genggaman tangan




Perasaan ini ingin mengguncang
Orang-orang ciptaan bangsa yang berkembang
Lara yang kembali meneteskan air suci dalam indera penglihatan
Itu yang terasakan saat ini bersama noda
Tidak ada kata terlambat
Indah dapat kembali menyinari Negara
Kondisi perwakilan rakyat penuh dengan kebangsatan
     


Pasti emosi jika akan meledak
      Opini yang tak pernah diliriknya
      Lantunan cerita dan syair yang tak dianggapnya
      Inti dari ketebalan telinga yang membusuk padanya
      Tatkala hatinya yang mengeras
      Ini karena uang yang membutakannya
      Kekebalan yang tak memperdulikan rakyatnya



Penyesalan dari sang makhluk biasa
Obor berapi ingin membakar gedungnya
Landasan pancasila dan Undang-Undang yang dilupakannya
Indah perawan yang difikirnya
Tanpa memperdulikan rakyat dibawahnya
Inilah dampak pemakan uang Haram
Kemilau mulutnya menjadi busuk dengan rasa yang penuh gila
     

      Penghujan tak melunturkan dosanya
      Obat tak dapat menyembuhkan penyakitnya
      Lintah yang menjadi semakin membesar
      Ikrar yang dulu pernah terucap menjadi hilang
      Tertutup uang rakyat yang dimakan
      Ibarat kau adalah Anjing makan sisa tong sampah
      Kehidupan akan berputar dan kau akan tertindas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS