bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Jumat, 01 Juni 2012

XXX


PROSA INI UNTUK SEGALA KEBUSUKAN

Ranting yang akan retak sedetik dalam luapan indah
Ilalang berkata bahwa kita adalah sama dalam bumi putra
Kembali sang pemusnah melantunkan kata pada suing yang berkilauan.
Dan saat itu darah putuh berkata dan mengumpat akan kemurkaan
Brengsek…… ia kata dalam hujan asam yang berterpaan
Arus yang kian pergi kearah manapun dan tak kunjung hilang
Ilalang kembali dengan topeng keduanya menunjukkan tujuannya
Dua dari sekian penjual jasa kini telah berhasil dalam misinya
Mencari sisa nasi busuk yang seharusnya dapat terpakainya
Ya, sebenarnya sang darah putih itulah yang menggunakan bersama enam belas kupu-kupu yang tak berdaya dibuatnya
Ilalang yang dulu berkulit putih kini menjadi awan hitam bergejolak dan memutar balik fakta dalam kehidupan
Melemparkan segala butiran-butiran mutiara kekamarnya, ilalang kembali beraksi dalam langkah yang tak terlihatnya
Bekas yang dengan percaya diri menunjukkan arti yang terbukti
Mimpinya telah diraih oleh makhluk yang berkulit keriput lusuh ini
Dari sekian lembar yang dinikmati bersama pasangannya
Yang gigih tanpa noda melompati srigala yang jinak dan tak berdaya
Tanpa izin membuat suatu karya pembuktian bahwa miliknya
Dia hanyalah ilalang yang menjadi kepingan emas dan perak
Ingin sang darah putih memberak di mulut sang system kehidupan
Tapi tak berdaya karena tubuhnya yang kecil dengan segala tipu daya yang terhias seperti indahnya malam natal
Terkemas rapi seperti bingkisan penuh noda yang tak membekas
Noda dari ilalang yang yang mengembang merasukinya
Mengalih fakta bahwa sang darah tak tegang dilumatnya
Syarafnya tetap setia kepada ke-16 kupu-kupu yang tertutup tanpa bisa terbang bebas
Darah yang mengalir suci tak berhasil dilumat sang system
Tak berhasil dihisap dan disentuh, meskipun dengan lembutnya mesin itu mendekatinya
Kesucian itu tetapi teguh, tanpa rangsangan dan buaian yang menunjukkan titik klimaks
Mungkin sia-sia mesin itu dibuatnya untuk menggejolak darah yang sudah menggumpal bersekutu
Kembali tercipta dari satu makhluk berwujud Kristal
Yang menipudayakan pihak dari sang gumpalan es yang dulunya tentram, kini menjadi leleh satu persatu
Bertahan demi salah seorang darah putih dan hanya satu yang berubah menuju jurang yang tak jelas
Tak jelas katanya? Sepertinya jelas. Menuju keganasan dalam erat menjadi intim dibuatnya
Sehingga tak bisa terpisah karena darahnya sudah mengalir dalam satu kesatuan
Jahat, kejam,licik, brengsek, dan memaksa perubahan yang drastis dan kembali hidup
Tertindas kau sang kupu-kupu
Kini mesin mencoba merasuki darah putih
Menjelajah tubuh dari ujunh kaki
Dari bagian-bagian sacral ia lewati
Membelai dan melumat segala kenikmatan dalam keangkaraanya
Hingga melewati bagian terpenting dalam hidupnya
Ternyata mesin itu hancur
Bahwa kesucian darah putih itu masih tetap menggumpalkan ke-16 kupu-kupu malam itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS