bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Senin, 30 Januari 2012

Unsur intrinsik Novel Melati di Musim Kemarau


Ø  Tema  : kehidupan dan perjuangan seseorang demi melawan segala tantangan hidup ini
Ø  Alur    : maju dan mundur. Maju ketika sang penulis menceritakan tentang kejadian dari hidup Rika yang menjadi seorang wanita bayaran dan mundur ketika penulis menceritakan kehidupan Rika sebelumnya bersama Herman yaitu mantan suaminya.
Ø  Tokoh : 
1.      Rika                 : penyayang, bertanggung jawab, tegar dalam menghadapi masalah,
berpegangan kuat pada prinsipnya, ulet , lembut dan bahkan angkuh ketika dia mempertahankan prinsip hidupnya
2.      Tuning             : hampir sama sikap kedua keluarga ini dan memang tuning juga  
ulet
seperti Rika, penyayang, selalu sabar, mengerti dan memahami kehidupannya saat ini, menerima dan selalu dapat mendukung kakak tercintanya, dan yang terpenting adalah teguh dalam pendiriannya
3.      Herman           ( mantan suami Tuning) : pembohong, dan tidak setia kepada
istrinya
4.      Pak Dahlan      : Tulus mencintai Rika. Tidak sombong. Tidak setia kepada istri
pertamanya. Tetapi selalu bertanggung jawab dengan semua apa yang dikatakan  menerima Rika sebagai istrinya dengan apa adanya.
5.      Rudi (adik kandung pak Dahlan) : bertanggung jawab dengan apa yang telah
diwasiatkan
oleh kakak kandungnya. Menerima Tuning sebagai  istri dengan apa            adanya.
6.      Didit(adik Rika dan Tuning) : sabar, penyayang dan juga selalu memikirkan
kakaknya
7.      Ida                   : nakal, genit, tidak tahu malu, liar, dan memang orang yang dapat
dikatakan sebagai orang terhina karena tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya

Ø  Latar

Latar tempat
·         Kontrakan Ida dan Rika
·         Rumah Rika bersama Herman
·         Rumah Rika yang dibelikan oleh pak Dahlan
·         Ancol
·         TMII
·         Mall
·         Jalan

Latar waktu
·         Siang
·         Malam
·         Sore
·         Pagi
·         Tengah malam

Ø  Sudut pandang            :
Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia serba melihat, serba mendengar, serba tahu. Ia melihat sampai ke dalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh.

Ø  Gaya Bahasa
a. personifikasi: gaya bahasa ini mendeskripsikan benda-benda mati dengan cara memberikan sifat -sifat seperti manusia.
b. simile (perumpamaan): gaya bahasa ini mendeskripsikan sesuatu dengan penibaratan.
c. hiperbola: gaya bahasa ini mendeskripsikan sesuatu dengan cara berlebihan dengan maksud memberikan efek berlebihan.
 
Amanat

Tegar dan selalu bersabar adalah kunci untuk mempertahankan hidup kita dari segala sesuatu yang ada di dunia ini. Tuhan menciptakan manusia. Dan manusia adalah makhluk Tuhan. Dari sinilah kita bisa mensyukuri nikmat Tuhan. Tuhan itu adil. Dan jika Tuhan menciptakan manusia untuk hiduo di dunia ini. Tuhan pastinya tidak hanya memberi kenikmatan. Tetapi disisi lain, kita selalu dan selalu diberi cobaan hidup. Dan dari situlah kita dapat memetik sati pelajaran bahwa hidup tidak semudah yang diperkirakan. Meskipun hidup hanya sekedipan mata saja, tetapi hidup penuh dengan liku-liku. Sabar, tabah dan tawakkal serta selalu berdoa dan mohon kepada sang pencipta adalah orang yang benar-benar sempurna dimata Tuhan.

Hidup adalah pilihan. Life must choose. Dan apabila kita memilih jalan yang baik dan demi kebaikan , dan itu juga karena terpaksa, Tuhan akan memberi kita kemudahan dan selalu memberikan pertolongan. Jangan putus asa dan tetap tegar menghadapi masalah. Meskipun masalah bertubi-tubi datangnya, apabila kita sabar, tabah dan berfikir positif dengan apa permasalahannya, kita akan dapat menyelesaikannya dengan  mudah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS