bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Kamis, 02 Februari 2012

Antara Ekonomi, Politik dan Pendidikan

oleh : Andes Nirvana Imandika


Dunia ekonomi dan bisnis telah menjadi racun dalam dunia pendidikan. Salah satu bentuk dari realita kehidupan tersebut yaitu ketika dunia politik yang ikut campur dalam masalah yang ada didunia pendidhkan seperti, adanya sebuah sekolah yang digusur untuk dijadikan komplek pertokoan atau disebut juga dengan Mall.  Dan dari gambaran diatas membuat para pembuat kebijakan sangat beruntung karena semua kebijakan-kebijakan yang telahdibuatnya itu hanya menguntungkan dirinya sendiri.

Dalam kehidupan yang teramat sulit, masih ada saja orang yang egois dan mementingkan dirinya untuk selalu ikut campur serta merenggut suatu bidang dimana orang itu seharusnya tidak terjun dalam bidang tersebut. Faktanya saja,sudah tidak asing lagi penggusuran sekolahan dan merubahnya sebagai bidang ekonomi dan politik.
Memang, bidang ekonomi dan politik di Indonesia saat ini telah melaju dengan cepatnya. Tempat strategis tidak hanya sebagai tempat dalam bidang ekonomi saja. Tetapi dengan merubah atau menghancurkan gedung sekolah, sumber budaya ekonomi akan semakin berkembang lebih cepat dan lowongan pekerjaan akan semakin meningkat.
Tapi, apa mungkin pegawai dan pekerja dalam suatu perusahaan tidak membutuhkan orang yang pandai, dan berkualitas. Tidak hanya pandai dan berkualitas saja bukan? Dalam dunia ekonomi, orang tidak hanya membutuhkan cerdas, dan berkualitas, tapi juga dengan keuletan dan keterampilan yang memadai serta komunikasi yang sebaik mungkin.  
Dimana kita dapat menemukan dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, kecerdasan, keuletan, dan ketrampilan yang memadai serta komunikasi yang baik kalau kita tidak bersekolah? Dan dimana kita mendapatkan semua itu jika kita tidak bersekolah, sementara gedung dan bangunan kini telah menjadi sumber dibidang ekonomi. Lenyap sudah jika kita tidak memikirkan hal itu kedepannya. Karena hanya dengan pendidikan kita mendapatkan segala sesuatunya dengan sebaik dan semaksimal mungkin.
Politik? Hal yang menurut saya terkejam dan termunafik dalam bangsa bernegara. Memang benar, tidak semua polithk dinegara ini berbau busuk. Tetapi, rata-rata dan dari terbawanya emosi ingin melakukan korupsi, apa mungkin orang tidak tergoda dengan uang-uang yang menebar kemana-mana? Dari situ kita bisa mempertebal ilmu. Dan dari mana kita dapat mempertebal ilmu jika kita tidak mendapatkan pendidikan? Lagi-lagi kita diajak untuk berfikir bagaimana kita mendapatkan ilmu tersebut.
Maka, ilmu dan pendidikan sangat penting dalam menghadapi segala bidang. Bidang apapun akan diungkap dalam dunia pendidikan. Pendidikan sangat berguna dan bermanfaat bagi kehidupan. Bagaimana tidak? Kita diajak untuk merenung apa pentingnya kehidupan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ilmu ekonomi dan politik tidak mungkin kita dapatkan di pasar ataupun di Mall-mall. Karena ditempat seperti itu, kita hanya mendapatkan salah satu nilai kehidupan yang kebanyakan hanya untuk berkaca agar kita tidak melakukan hal yang sama. Karena tempat seperti itu hanya akan menambah pikiran yang menimbulkan hal-hal negatif.
Dari sini kita dapat bercermin dan intropeksi diri. Pentingnya pendidikan bagi kehidupan kita. Hanya dengan pendidikan kita bisa menjadi orang yang dapat dipercaya. Dari pendidikan kita dapat diakui oleh masyarakat sekitar. Dan dari pendidikan pula kita dapat lebih menjadi orang yang diwibawakan orang lain.(3/2)
***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS