bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Kamis, 02 Februari 2012

Dalam Negara Dusta

Badai dengan sejuta rasa pahit 
Derai diatas derita yang bergelumit 
Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit 
Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa 

Dengan segala rasa yang tak kuasa
Tetapi tanpa sadar dia berkata 
Bahwa dia adalah Tuhan didunia 
Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang 

Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka 
Dengan sejuta ranting dalam jelaga 
Serta duri dan jeruji yang menusuk raga

Srigala kembali tiba

Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa
Tidur saat keperluan menimpa
Tanpa sadar menerima gaji buta

Dan kau tetap kau sang Iblis
Penyibak rasa haus dahaga
Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara
Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia
Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau yang angkara

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS