bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Kamis, 23 Februari 2012

ESAI CERPEN MAJALAH GALAKSI MIEPRA EDISI 13 MISI KUPING ORANYE

ESAI CERPEN MAJALAH GALAKSI MIEPRA EDISI 13
MISI KUPING ORANYE
Oleh    : Andes Nirvana Imandika
(www.andesn.blogspot.com)
            Kehidupan sangat membutuhkan rencana. Entah itu rencana yang baik, rencana yang sedikit runyam, rencana yang selalu membingungkan orang, bahkan rencana yang dapat mengacaukan dan terkesan gokil. Rencana yang dibuat bertujuan agar hidup yang akan datang dapat menjadikan lebih tertata serta tidak acak-acakan dan dapat merencanakan hidup kita kedepannya seperti apa, menjadi tetap seperti rakyat jelata. Atau menjadi raja dalam kehidupan.     

Dalam merencanakan suatu hal yang sedikit menarik, kita harus membutuhkan waktu yang cukup lama dan sedikit menguras tenaga kita untuk berfikir. Berjuang bagaimana kedepan hidup kita menjadi tertata dengan sebaik mungkin dan serinci-rincinya. Hal sekecil apapun dalam hidup kita, jika kita tidak memiliki rencana, maka hal tersebut sangat langka untuk mendapatkan keberhasilan. Jangankan orang yang tidak merencanakan sesuatu apapun, ketika orang itu membuat rencana bagaimana kedepannya itu saja, belum tentu rencana tersebut berjalan seperti apa yang ia rencanakan, kecuali hanya kebetulan atau ketidaksengajaan  ataupun hanya takdir Tuhan yang tau. Hal sekecil apapun itu, mulai dari rencana harian dalam kelas, rencana dalam menyongsong hidup yang lebih baik dari sebelumnya apalagi merencanakan cinta yang begitu menggelora dalam jiwa yang tak terbendung oleh raga yang berbunga-bunga.
           
Ketika kita berbicara tentang cinta, mengejar cinta, merencanakan cinta, misi-misi cinta, kita akan mengingat salah satu cerpen yang berjudul “MISI KUPING ORANYE” (MKO). Coretan karya sastra yang menurut saya menarik dan mengingatkan masa remaja yang menggelora dengan terciumnya aroma cinta dengan bumbu kasih dan sayang yang begitu tajam untuk dirasa. Kata demi kata telah Rosandra tata dengan sebaik mungkin. Karya yang diciptakan anak bangsa bumi Mitreka Eka Praya yang bernama Rosandra Dwi, dapat meledakkan satu dari sekian rasa dari sang pembaca. Timbul rasa yang teramat manis, rasa yang begitu indah, rasa yang sangat menyedihkan, rasa yang teramat tegang dan segala rasa yang ada dalam bumbu kasih dan sayang tadi dapat muncul dalam otak alam bawah sadar ketika kita membaca cerpen itu.
           
Cerpen ini mengisahkan bagaimana cermin masa lalu ketika kita beranjak remaja setengah baya yang dapat dikatakan sebagai orang dewasa yang masih ingusan yang mendapat serangan penyakit cinta dan dapat mencemari otak yang menjadikan hidup bagaikan milik berdua. Mengingat kenangan-kenangan yang teramat manis untuk dilupakan yaitu ketika kita sudah mendapat seseorang yang kita incar dan dijadikan sebagai target atau sasaran panah cinta yang berkobar akan api rindu dalam surge dunia yang teramat indah. Bagaimana mengejar cinta dalam senandung dan semangat yang begitu menggebu dan memacu peredaran darah menjadi lebih cepat dan lebih hidup. Itulah cinta yang sangat bersemangat dengan berusaha ingin menggerakkan dan mendetakkan jantung hingga lebih dari seratus juta dollar detakan dalam satu menit saja.  Wah, betapa indahnya cinta ketika kita lupa akan segala yang ada. Seperti yang dirasakan oleh tokoh Wil dalam cerpen tersebut. Hingga dia menciptakan satu misi yang begitu unik yang Wil sebut sebagai “Misi Kuping Oranye” yang dicatatnya dalam buku hariannya.
           
Dengan bahasa yang ditata dan dikemas sebagai bahasa anak remaja yang memang dapat menyatukan kejadian tersebut sampai mempengaruhi para pembaca untuk masuk dan membayangkan bagaimana kejadian itu jika dinyatakan dalam adegan yang begitu menarik. Meskipun sedikit tersirat makna kias yang mungkin membutuhkan waktu lama untuk difikirkan. Keunggulan tersendiri dari cerpen tersebut dalam gaya bahasa yang menunjukkan atau tertatanya bahasa pribumi yang tidak asing, tidak begitu resmi,terfokus dalam bahasa sehari-hari dan tidak terlalu sulit mncari makna dari kalimat-kalimatnya. Dan dengan bahasa-bahasa yang komunikatif itulah cerpen ini sering dan sangat digemari untuk dilahab kaum-kaum remaja saat ini.
           
Asmara, cinta, sayang, dan istilah-istilah lain yang menunjukkan suatu rasa yang begitu menggelora dalam relung hati ini sering kali dijadikan sebagai tema puisi, novel, cerpen, serta karya sastra yang lainnya. Dan tema cinta ini dapat dikatakan sebagai tema yang sudah sangat meledak dan terkesan pasaran. Tetapi memang, tanpa cinta, apakah kita dapat hidup dengan tenang? Munafik jika kita mengatakan tidak. Setiap orang memiliki rasa itu. Dan rasa itu mutlak diberikan Tuhan kepada kita. Itulah cinta yang rumit tetapi sederhana.

 Kesederhanaan dalam cinta membuat kita menjadi rumit akan hal yang seharusnya dapat dimengerti. Dan kerumitan cinta itulah dapat kita selesaikan dari kesederhanaan yang seharusnya semua orang memilikinya. Cerpen MKO ini telah membuktikan bahwa cinta memang aneh. Dapat mengubah seseorang menjadi lengah akan cinta. Dan hal itulah yang dialami seorang Wil yang mengejar dan ingin selalu bersama dengan Attan, seorang lelaki yang benar-benar dia sukai. Misi yang dilakukannya hingga hancur berantakan sampai hari keenamnya. Dan tidak sedikitpun sama dengan apa yang dia rencanakan dalam buku hariannya. Cinta memang sering mengubah seseorang menjadi aneh, dan menjadi sesuatu yang unik. Sifat yang mencerminkan individualism dari tokoh Wil berubah menjadi sesosok wanita yang berjiwa social. Wil menjadi seorang penolong. Ketika Wil rela berdiri dan memberikan tempat duduk di bus itu kepada seorang ibu yang sedang hamil tua. Sampai-sampai Wil terkejut setelah mengetahui bahwa ibu itu akan melahirkan. Bingung dan gemetar yang Wil rasakan. Bagaimanapun juga, Wil tetap menolong dan itulah yang dilakukan Wil dan dibantunya Wil oleh Attan.
           
Sungguh tragedi yang tidak dapat diduga. Dari sekian hari yang Wil rencanakan gagal total, ternyata kejadian itulah yang membuat kedua tokoh yang mendapatkan virus cinta itu dipertemukan, berdekatan, berkenalan dan saling mengenal. Kehidupan dalam alam semesta ini memang sangat membingungkan. Kegagalan bukan berarti sesuatu yang mencapai pusat dari kehancuran. Tetapi kegagalan adalah cermin menuju tindakan yang semakin semangat dan membakar jiwa dalam raga yang tertutup oleh nafsu-nafsu keputus asaan. Agar tak ada lagi rasa putus asa dalam tubuh kita. Berusaha dan selalu berusaha. Itulah pesan dari sang penulis, Rosandra. Bahwa hidup ini bukan untuk direnungkan. Tetapi untuk dibangkitkan.
           
Memang, kejadian saat Attan dan Wil bertemu itu adalah kejadian yang sederhana. Tetapi dari kesederhanaan itulah kita dapat berfikir kritis. Kejadian yang biasa-biasa saja tetapi membawa dampak kepada pembaca dengan semangat yang mendalam. Indah bukan main kejadian yang memang sangat menarik. Sederhana tapi menarik. Kebingungan dalam hidup ini kembali datang ketika sesuatu yang kita nanti-nantikan tidak hadir dalam histori hidup ini. Tetapi disaat itulah kejadian yang mendadak akan muncul ketika kita tidak mengharapkannya. Dan itu juga diluar rencana Wil dengan Misi Kuping Oranya-nya tadi.
           
            Dibagian itulah keunggulan sang penulis dalam mengotak-atik kata, sehingga terbawa dalam cerita dan suasana yang dapat menjadikan bayangan yang indah dan membuat hati semakin menggelora.
           
Cerpen yang dari awal terlihat menarik ini yang sedikit membuat saya sangat gereget ketika membaca bagian akhir. Bagian akhir yang sangat sederhana membuat saya ingin merubah cerita dari cerpen tersebut. Apalah daya. Karena saya hanya seorang apresiator yang hanya mengomentari cerpen yang sedikit geregetan karena akhir cerita yang sedikit tidak membuat kelegaan. Karena tokoh Wil yang hanya membaca surat dari Attan. Dan ternyata Attan mengetahui Misi Kuping Oranye dari buku harian Wil yang cerboh dan menjatuhkan buku itu di bus. Hanya itulah akhir dari cerita yang sangat menarik. Bagian akhir yang gereget dan itulah kecerdasan sang penulis dalam mengkomposisikan kesederhanaan yang berbuah satu rasa kemenarikan yang tak terbendung dan gereget yang membuat pembaca mengeluarkan kata-kata “seharusnya seperti ini”. Hanya itu yang bisa dikatakan oleh seorang apresiator yang tidak memiliki kepuasan untuk membaca karya sastra yang sangat menarik lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS