bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Senin, 07 November 2011

Beku dalam Kejenuhan


Beku dalam Kejenuhan



Jenuh kini menghampiri
Bersama kicauan berisik tak terdengar indah di telinga kiri
Hingga titik-titik kejenuhan memaparkan dengan air yang menggelinding
Berisik debat dan oceh-oceh tak penting


            Memang, apakah berguna semua prosa-prosa mu
            Penggalan kata yang tak bermutu
            Terdengar begitu menyesatkan raga
            Dan membuat kecewa insan yang mendengarnya


Segala yang ada disekitar
Kecewa memang terlintas dalam benak
Tak ada yang indah yang dapat didengar oleh kita
 Dan taka da semangat lagi tuk membakar arti dari pendidikan
           

             Komposisi yang tak imbang dan tak dapat menarik perhatian
            Membuat lelah bosan dan tak lagi ingin melihat bintang pucat pasi
            Hidangan yang tak lagi hangat dan tak berasa bumbu-bumbu cinta dan kasih
            Seperti air terjun yang tak lagi mengalir deras dalam deburan air menetes kecil


Jenuh dan tak lagi terbakar semangat dalam tubuh
Hilang sudah kepuasan batin tuk mendengarmu
Ocehan tak berguna yang kau lontarkan hilang bersama angina rebut
Hingga tak ada lagi yang dapat ku ucapkan selain aku memang sedang jenuh


znaaaaa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS