bisnis

hate the betrayalman angry at the betrayal

badai dengan sejuta rasa pahit. Derai diatas derita yang bergelumit. Tangan menengadah seakan tak satupun dosa jatuh genit. Dan kelicikan sang iblis kembali menggerogot dengan sengit.

Tuhan menciptakan makhluk luar biasa. Dengan segala rasa yang tak kuasa. Tetapi tanpa sadar dia berkata. Bahwa dia adalah Tuhan didunia. Apa hak kamu untuk mengaku dengan rasa.

Hidup sempit seperti raga tak bertulang belakang. Dengan sengajanya kau menindas kedalam hutan belaka. Dengan sejuta ranting dalam jelaga. Serta duri dan jeruji yang menusuk raga.

Srigala kembali hadir. Berbulu domba dengan sidang tanpa dosa. Tidur saat keperluan menimpa. Tanpa sadar menerima gaji buta. Dan kau tetap kau sang Iblis. Penyibak rasa haus dahaga. Dengan sejuta tangan kau renggut hak-hak rakyat negara. Dan tanpa kau sadari kau memang Manusia pemakan Otak Manusia. Manusia tanpa kelamin yang memang harus diinjak diatas meja hijau.

Dan takkan ada lagi sidang dalam mimpi.
Takkan ada lagi rapat dengan ditemani tontonan nafsu tak sudi.
Dan takkan ada lagi penggerogot jiwa dan raga diri.

BIsNIS

Jumat, 25 November 2011

wawancara Satpam Cakra Residence


SATPAM, PAHLAWAN KEAMANAN


Text Box:  Turen- Saat ini mencari pekerjaan sangat susah. Apalagi pekerjaan yang menetap dan rutin. Seperti menjadi satpam. Meskipun terlihat seperti santai, dan hanya berjaga di pos saja, satpam ternyata sangat berjasa dibidang keamanan masyarakat.
Seperti saat kelompok kami mewawancarai seorang satpam hotel “Cakra Residence” yang bernama bapak Rudy mengatakan bahwa ia tidak mengalami kendala yang banyak di satpam. Beliau juga berkata bahwa satpam adalah kerjaan yang termasuk berat dan penuh dengan resiko. Jika teledor dan hanya berjaga di pos saja, tidak menutup kemungkinan akan di pecat juga.
“Dalam melakukan sesuatu, kita memang harusnya ikhlas, enjoy dan menikmati kerjaan tersebut. Karena bagaimanapun keadaanya, bagaimanapun benuknya, jika kita sudah terjun di dunia pekerjaan seperti satpam, ya kita memang harus menanggung resiko. Karena setiap pekerjaan pasti juga kita dapat menanggung resikonya”, ujar petugas keamanan itu sambil tersenyum. Bapak dua anak ini telah bekerja selama empat tahun di hotel tersebut. Rumahnya terletak di daerah desa Sepanjang, jadi tidak terlalu jauh dengan hotel dimana beliau kerja. Jadi ya dinikmati saja dan tetap menafkahi keluarga. Dan karena rumah yang cukup strategis membuatnya betah. Selain rumah yang strategis, gaji yang didapatnya juga cukup untuk membiayai keluarganya.
Dua hari masuk pagi, dua hari masuk siang dan dua hari libur. Itulah jam kerja bapak Rudy sebagai seorang  petugas keamanan hotel tersebut. Beliau juga mengatakan bahwa ia tidak terlalu suka saat mendapatkan jadwal piket malam, karena selain cukup berat untuk patrolinya, badan juga sensitive untuk terserang penyakit, karena suhu yang juga cukup dingin  dan harus menahan rasa ngantuk. Jadi beliau juga harus benar-benar menjaga kondisi kesehatan agar tidak menurun. “Tapi itu semua adalah resiko menjadi seorang satpam, dan memang saya sudah siap menanggung segala resikonya”, ujar pria murah senum itu.
Seperti tadi yang telah disampaikan, beliau juga sangat betah tinggal disana , karena tempat yang cukup dekat dan penghasilan yang lumayan dan cukup untuk kebutuhan hidupnya bersama keluarganya. Jadi beliau merasa senang dan menikmati pekerjaan menjadi seorang satpam di hotel “Cakra Residence”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BISNIS